Logo

Direktorat Pakan

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kementerian Pertanian Indonesia

 
Workshop Unit UBP
Selasa, 21 Oktober 2014
   

WORKSHOP PENGEMBANGAN UNIT USAHA BAHAN PAKAN

PADJADJARAN SUITES HOTEL- BOGOR, 23-24 SEPTEMBER 2014

 

Workshop Pengembangan Unit Usaha Bahan Pakan (UBP) telah dilaksanakan di Padjadjaran Suites Hotel-Bogor pada tanggal 23-24 Agustus 2014 dan dihadiri oleh peserta dari unsur Ditjen : Direktorat Budidaya; Kasubdit Lingkup Direktorat Pakan; BPMSP-Bekasi; Wastukan; Dinas Peternakan atau dinas yang membidangi Fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi : Riau, Sumatera Barat, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, NTT; Kabupaten/Kota : Dumai, Pasaman Barat, Lampung Selatan, Lampung Timur, Lampung Tengah, Bogor, Cirebon, Indramayu, Magelang, Brebes, Bantul, Probolinggo, Situbondo, Sumenep, Muna, Kupang;  Asosiasi Pengelola Pakan Ternak Nasional (ASPERNAS); serta Ketua Kelompok UBP tahun 2012-2014.

Rakor dilaksanakan dengan metode diskusi panel dengan materi sebagai berikut:

  1. Prospek Bahan Pakan Lokal Di Indonesia oleh Perguruan Tinggi (IPB-Bogor),
  2. Aplikasi Teknologi Pengolahan Bahan Pakan Lokal oleh BPTP-Jakarta,
  3. Pemanfaatan Bahan Pakan Lokal Berbasis Hasil Samping Pertanian (Sampah Hijauan Pasar) oleh Ketua Kelompok Peternak Kambing “Mitra Mandiri Jaya) Malang,
  4. Pendalaman Pedoman Pelaksanaan Pengembangan UBP oleh Kasubdit Bahan Pakan.

 Dari hasil pembahasan dan diskusi yang berkembang maka dapat disampaikan hasil rumusan sebagai berikut :

  1. Pakan merupakan salah satu faktor strategis yang dapat mempengaruhi produksi dan produktifitas ternak, oleh sebab itu industri peternakan sangat rentan terhadap issue-issue yang berhubungan dengan pakan. Sedangkan keberadaan pakan sangat tergantung pada ketersediaan bahan pakan yang cukup jumlahnya dan tersedia sepanjang tahun. Direktorat Pakan didalam pemenuhan kebutuhan bahan pakan telah menjamin ketersediaannya baik dari lokal maupun impor.
  2. Salah satu terobosan guna memenuhi bahan pakan Nasional, sejak tahun 2011 Direktorat Pakan telah melaksanakan kegiatan pengambangan Unit Usaha Bahan Pakan (UBP) dengan memanfaatkan sumber daya lokal untuk mendorong kemandirian peternak dalam memenuhi kebutuhan pakan/bahan pakan.
  3. Namun dalam pelaksanaannya banyak ditemukan kendala terutama dalam keberlangsungan ketersediaan bahan baku. Mengingat bahan pakan sangat tergantung dengan musim, biasanya lokasinya terpencar dan jauh dari pabrik pakan, sehingga diperlukan alat untuk memproses lebih lanjut agar memenuhi standar, pengadaan alat maupun pengoperasiannya yang tidak mudah, dalam hal pemasaran bersaing dengan pabrik bersar, untuk disimpan juga memerlukan tempat dengan teknik tertentu, untuk itu diperlukan produksi yang agak besar agar biaya produksi lebih efisien. Namun akan memerlukan biaya yang tinggi.
  4. Selain bahan pakan spesifik lokasi, untuk peternak yang berdomosili di sekitar pasar, dapat memanfaatkan atau mengolah limbah pertanian asal pasar untuk dijadikan sumber bahan pakan alternatif. Seperti yang telah dilakukan oleh kelompok Mitra Mandiri Jaya-Malang yang telah memanfaatkannya sebagai bahan pakan untuk ternak Kambing. Kelebihan limbah pertanian asal pasar tersebut adalah lebih ekonomis, gampang didapat, tersedia sepanjang tahun, kandungan proksimatnya terpenuhi dan relatif stabil. Juga dapat dijadikan silase dengan menambahkan EM4, tepung jagung 10%, tetes 1%, 1 liter air tiap 1 ton limbah kemudian didiamkan selama 1 minggu sampai dengan 1 tahun, sehingga dapat disimpan sebagai stock bahan pakan di masa kering. Akan tetapi masih perlu dilakukan pengujian lebih lanjut terhadap kandungan logam berat, aflatoxin, Kalsium dan fosfor-nya.
  5. Dengan adanya pemaparan dari pelaku pembuat bahan pakan secara langsung seperti tersebut di atas, dan dapat dipakai sebagai salah satu terobosan dalam penyediaan bahan pakan, sehingga para kelompok UBP tetap optimis bahwa kegiatan UBP agar tetap dilaksanakan/dikembangkan mengingat pengadaan jenis alat-alat produksi disesuaikan dengan bahan pakan yang akan diproduksi.
  6. Sehubungan dengan hal tersebut agar semua Dinas Peternakan atau dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan provinsi/kabupaten/kota mengidentifikasi dan menginventarisasi bahan pakan spesifik lokasi masing-masing kemudian dibuat pelaporan agar dapat dibuat pemetaan bahan pakan lokal.

 

 

 

 
ARTIKEL POPULER
PENGUNJUNG
Mouse Pengunjung Online: 15
  Pengunjung Hari Ini: 40
  Total Kunjungan: 223657