Logo

Direktorat Pakan

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kementerian Pertanian Indonesia

 
Seminar Public Awareness : Feed Safety for Food Safety dalam Acara Indolivestock 2015
Rabu, 25 November 2015 Oleh Admin
    638 dibaca

Public Awareness : Feed Safety for Food Safety.

Seminar ini dilaksanakan pada hari Kamis, 30 Juli 2015 bertempat di Hall Diamond I Grand City Convex Surabaya dan merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan Indolivestock 2015. Seminar ini dipimpin Dr.Ir. Mursyid Ma’sum, M.Agr dan diisi oleh beberapa pemateri yang handal dan memiliki konpetensi dibidang pakan dan kesehatan ternak yaitu Drh. Desianto Budi Utomo, Ph.D (Anggota komisi ahli pakan) bertemakan Performance Ternak Unggas yang Diberikan Pakan Mengandung Hormon Tertentu dan atau Antibiotik Imbuhan Pakan, Drh. Fadjar Sumping Tjatur Rassa, Ph.D. (ketua balai penyidikan penyakit hewan Wates) bertemakan Pengaruh Penggunaaan Pakan yang Dicampur Hormon Tertentu dan atau Antibiotik Imbuhan Pakan terhadap Keamanan Pangan bagi Kesehatan Ternak dan Manusia, dan Ir. Didiek Purwanto (anggota komisi ahli pakan) bertemakan Performance Sapi Potong yang Diberikan Pakan Mengandung Hormon Tertentu dan atau Antibiotik Imbuhan Pakan.

Di zaman yang modern ini dimana kebutuhan akan protein hewani dari ternak meningkat jumlahnya, timbulah keinginan peternak untuk mencari berbagai cara yang dapat mempercepat pertumbuhan ternak dan mendapatkan profit yang lebih setiap waktunya. Salah satu cara yang umum dilakukan adalah dengan pemberian hormon atau antibiotik yang dapat meningkatkan produktifitas ternak. Secara umum, hormon atau antibiotik memiliki banyak fungsi yang baik salah satunya adalah dapat mengoptimalisasi produktivitas ternak dan berujung pada profit yang meningkat. Fungsi positif ini dapat terwujud apabila hormon pertumbuhan atau antibiotik tersebut diberikan dalam jumlah, cara, dan waktu yang benar. Namun dalam prakteknya, terkadang peternak lupa akan hal ini karena tuntutan zaman yang terus mendesak.

Pemberian hormon atau antibiotik yang tidak sesuai dapat menimbulkan masalah yang serius tidak hanya pada ternak namun juga pada manusia sebagai konsumen akhir produk peternakan. Pemberian yang tidak tepat pada ternak dapat mengakibatkan abnormalitas pertumbuhan dan metabolism ternak. Adanya residu hormon dan antibiotik tersebut dalam tubuh ternak akibat pemberian yang melebihi batas normal dapat mengganggu metabolisme dan keseimbangan hormon dalam tubuh manusia, dapat pula menimbulkan resistensi akan berbagai penyakit yang dapat berakibat fatal bagi manusia. Oleh karena perlunya pengawasan dalam penggunaan antibiotik dan hormon baik dalam peternakan skala kecil maupun besar. Pemerintah juga telah berupaya untuk menemukan solusi dari permasalahan ini dengan mengedarkan daftar hormon dan antibiotic yang dapat dan aman digunakan pada ternak. Semoga upaya ini dapat membuahkan hasil yang baik yaitu ternak ternak yang tidak hanya memiliki pertumbuhan yang baik namun juga sehat dan aman untuk dikonsumsi oleh manusia.

 
ARTIKEL POPULER
PENGUNJUNG
Mouse Pengunjung Online: 40
  Pengunjung Hari Ini: 65
  Total Kunjungan: 223682