Logo

Direktorat Pakan

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kementerian Pertanian Indonesia

 
Laboratorium Pakan Daerah
Senin, 05 Januari 2015
   

KESIAPAN LABORATORIUM PAKAN

DAERAH PROVINSI KALIMANTAN

MENUJU AKREDITASI ISO/IEC 17025:2008

Oleh : Ilda Irham,S.Pt

 


Pakan merupakan faktor penting dan strategis dalam meningkatkan produksi dan produktivitas ternak. Pakan sangat besar pengaruhnya terhadap peningkatan bobot badan dan juga performa ternak.  Pakan yang baik dan berkualitas harus memenuhi persyaratan mutu yang mencakup aspek keamanan pakan, aspek kesehatan ternak, aspek keamanan pangan dan aspek ekonomi. Keempat aspek tersebut penting untuk dipenuhi karena akan berpengaruh pada kesehatan ternak, penyediaan pangan hasil ternak dan keamanan konsumen dalam mengkonsumsi pangan hasil ternak, serta efisiensi biaya agar dihasilkan pakan yang bernilai ekonomis. Peningkatan populasi dan produksi ternak sangat tergantung dari penyediaan pakan yang baik dan berkualitas baik ditinjau dari kandungan nutrisi maupun dari segi keamanan/kesehatan pakan. Pakan yang baik dan bermutu tinggi akan meningkatkan produksi pangan hasil ternak baik berupa daging, telur dan susu. Dengan demikian pakan harus dijaga agar ketersediaan dan mutu pakan yang beredar terjamin. Untuk mengetahui pakan yang beredar sesuai dengan kandungan mutu sesuai dengan standar yang berlaku, maka harus dilakukan pengujian di laboratorium. Laboratorium yang melakukan pengujian harus kompeten serta yang penting sekali harus terakreditasi ISO 17025. Laboratorium sangat perlu diakreditasi karena untuk memberikan kepercayaan atas data hasil uji  yang dikeluarkan yang laboratorium tersebut. Data yang dihasilkan oleh laboratorium yang terakreditasi dapat digunakan secara nasional dan internasional.

Apalagi dalam menghadapi pasar perdagangan bebas ini akan banyaknya barang-barang impor yang membanjiri pasar domestik, tentunya diperlukan suatu strategi efektif untuk membendung sekaligus melindungi produk-produk dalam negeri. Ada banyak cara yang dapat dilakukan agar produk dalam negeri tetap mendapat posisi baik di dalam maupun di luar negeri. Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan standar mutu barang dan jasa, melalui akreditasi laboratorium uji menggunakan standar ISO 17025. Untuk laboratorium khusus pakan secara nasional hanya ada satu yaitu Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Pakan (BPMSP) Bekasi.

Untuk mendukung pengujian mutu pakan yang semakin meningkat peran laboratorium pakan daerah ini sangat diperlukan. Sampai saat ini sudah ada 6 laboratorium pakan daerah yang melakukan pengujian mutu pakan salah satunya Laboratorium Pakan di Unit Pembibitan dan Pakan Ternak Unit Pelaksana Teknis Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat. Laboratorium pakan daerah Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat sudah berdiri sejak tahun 2009 dan telah keluar Peraturan Gubernur Provinsi Kalimantan Barat No. 32 tahun 2009 tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja UPT Pembibitan Ternak dan pakan Ternak Provinsi Kalimantan Barat yang terdiri dari Kepala Unit dan dua Kepala Seksi Pakan dan Perbibitan serta Kepala Subbagian Tata Usaha. Pengujian yang sudah bisa dilakukan oleh laboratorium pakan Kalbar ini adalah pengujian Proksimat (kadar air, kadar abu, protein kasar, lemak kasar dan serat kasar) serta calsium menggunakan titrasi.

Sampel pengujian berasal dari sampel pengawasan yang dilakukan ke kabupaten/kota yang ada di wilayah Kalimantan Barat. Pengujian yang dilakukan menerapkan metode yang telah dibakukan baik itu SNI maupun AOAC. Pengujian yang dilakukan menggunakan duplo. Peralatan laboratorium secara rutin telah dikalibrasi dan pengoperasian alat laboratorium sesuai dengan SOP yang berlaku. Peralatan yang dimiliki antara lainnya oven, Furnace, Fiber Tech, Kjeltec System , Soxhlet System dan lain sebagainya. Sedangkan untuk sumber daya manusianya laboratorium pakan Kalbar terdiri dari delapan orang pegawai dan lima orang analis kimia. Untuk mendukung kompetensi dan pengetahuan pihak laboratorium setiap tahunnya mengirimkan analis untuk ikut dalam pelatihan dan magang baik berhubungan dengan teknis laboratorium maupun pelatihan tentang ISO/EIC 17025:2008.

Analis melakukan pengujian protein kasar

Pada tahun 2013 laboratorium pakan Kalbar sudah mulai menyusun dokumen Sistem Manajemen Mutu ISO/IEC 17025:2008 mulai dari panduan mutu, dokumen prosedur, instruksi kerja dan formulir serta rekaman, melakukan studi banding ke laboratorium yang telah terakreditasi, konsultasi langsung ke Komite Akreditasi Nasional (KAN) bagaimana proses menuju akreditasinya,  menyiapkan SDM dengan mengirimkan personil mengikuti pelatihan serta peralatan pengujian dilakukan kalibrasi. Komitmen dari pimpinan puncaknya untuk menuju proses akreditasi sangat tinggi sehingga pegawai punya motivasi yang tinggi karena didukung oleh pimpinan. Setelah dokumen Sistem Manajemen Mutu ISO/IEC 17025:2008 selesai disusun laboratorium pakan Kalbar ini menyampaikan ke KAN apakah dari dokumen yang telah ada sudah bisa untuk dilakukan assesment untuk pengajuan akreditasinya. Perjuangan semua personil mulai dari pimpinan dan bawahan laboratorium pakan Kalbar membuahkan hasil  dengan adanya surat dari KAN yang menyatakan bahwa Laboratorium Pakan di Unit Pembibitan dan Pakan Ternak Unit Pelaksana Teknis Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat akan dilakukan assesment pada Bulan Desember 2014.

Direktorat Pakan Ternak sebagai instansi pembina dari laboratorium pakan terus memberikan support kepada semua laboratorium pakan daerah baik dari anggaran maupun hal lainnya yang membantu kemajuan laboratorium pakan di daerah. Anggaran yang diberikan Direktorat Pakan dalam bentuk dana Dekonsentrasi yang bisa digunakan untuk operasional penunjang bagi laboratorium pakan daerah. Pada tahun 2015 anggaran untuk laboratorium pakan daerah untuk pembelian peralatan pengujian, pembangunan dan renovasi gedung sudah bisa melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Sehingga diharapkan laboratorium pakan daerah dapat memanfaatkan keberadaan DAK untuk kemajuannya. Pada Renstra 2015 – 2019 Direktorat Pakan Ternak menargetkan kepada laboratorium pakan daerah dapat terakreditasi ISO/EIC 17025:2008, karena dengan terakreditasinya laboratorium pakan daerah pekerjaan dari BPMSP Bekasi untuk pengujian proksimat bisa berkurang dan BPMSP Bekasi bisa melakukan pengembangan metode pengujian yang lain dengan mengarah ke keamanan pakannya.

Dari hasil pembinaan laboratorium pakan daerah yang dilakukan oleh pegawai Direktorat Pakan pada bulan Oktober 2014 dijelaskan oleh Ir. Hj. Henie Indrawati Kepala Unit Pembibitan dan Pakan Ternak Unit Pelaksana Teknis Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat bahwa laboratorium pakan Kalbar juga mendatangkan pakar mengenai ISO 17025 untuk melihat dokumen sistem manajemen mutu yang telah dibuat dan hasilnya banyak sekali masukan yang didapatkan untuk perbaikan dokumen sistem manajemen mutunya.

Harapan dari Direktorat Pakan Ternak bahwa dalam pelaksanaan assesment yang dilakukan oleh KAN laboratorium pakan Kalbar dapat terakreditasi dan menjadikan laboratorium pakan daerah pertama yang memperoleh akreditasi ISO/EIC 17025:2008 dan menjadi contoh buat laboratorium pakan daerah lainnya agar segera mengajukan proses akreditasi.

 

Pegawai Laboratorium Pakan

 

 
ARTIKEL POPULER
PENGUNJUNG
Mouse Pengunjung Online: 29
  Pengunjung Hari Ini: 54
  Total Kunjungan: 223671