Logo

Direktorat Pakan

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kementerian Pertanian Indonesia

 
Surat Keterangan Bahan Pakan Impor
   

 

Surat Keterangan Bahan Pakan Impor (SKBPI): adalah Surat Keterangan yang diberikan oleh pejabat yang berwenang, dalam hal ini Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan yang menerangkan bahwa benar bahan baku pakan yang diimpor tersebut hanya diperuntukkan bagi keperluan pembuatan pakan.    

1.  Persyaratan Permohonan:

A.  Dalam Surat Permohonan

  1. Jenis dan Jumlah bshan baku pakan yang diimpor;
  2. Negara Asal;
  3. Pelabuhan muat;
  4. Pelabuhan bongkar/pemasukan;
  5. Nama dan alamat perusahaan produsen pakan/importir (Trading Company);
  6. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

B.  Surat Permohonan dilengkapi dengan:

  1. Foto copy Surat Kontrak atau LC atau Invoice;
  2. Foto copy Spesifikasi teknis dari bahan baku pakan yang diimpor;
  3. Foto copy Phytosanitary Certificate untuk bahan baku pakan yang diimpor dari negara dengan status endemis PMK;
  4. Foto copy Keterangan perlakuan fumigasi untuk bahan baku pakan biji-bijian atau butir-butiran yang diimpor dari negara dengan endemis PMK
  5. Foto copy Certificate of Orgin;
  6. Foto copy informasi produk (brosur) bagi bahan baku pakan yang baru;
  7. Daftar pesanan (order) bahan baku pakan dari produsen pakan bagi Surat Permohonan yang diajukan oleh Perusahaan Importir (Trading Company);
  8. Foto copy SIUP, API/APIT dan NPWP bagi perusahan yang baru pertama kali mengajukan permohonan.

2.  Pesyaratan Teknis

  1. Bahan baku pakan yang akan diimpor harus berasal dari negara yang bebas dari penyakit hewan menular Daftar A-OIE dan Bovine Spongiform Encephalopathy (BSE) serta bebas dari hama tanaman;
  2. Bahan baku pakan asal hewan dan tumbuhan dari negara yang endemik penyakit hewan menular teutama Daftar A-OIE dan B-OIE dapat dipertimbangkan untuk diterima atau ditolak berdasarkan ketentuan yang berlaku;
  3. Memenuhi standar mutu bahan baku pakan yang sudah ditetapkan dalam SNI dan Keputusan Direktur Jenderal Peternakan dan Keswan serta tidak tercemari oleh zat-zat yang membahayakan bagi kesehatan manusia dan hewan, seperti dioxin, logam berat, residu kimiawi, hormon, antibiotik, aflatoksin dll;
  4. Kapasitas produksi terpasang dan produksi riil pada tahun berjalan.

3.  Persyaratan Non Teknis 

  1. Kelengkapan dokumen;
  2. Laporan realisasi impor bahan baku pakan dan distribusinya setiap bulan sekali.     

Module IconDownload Buku/Pedum

           

   Pedum UBP 2014           Profil BPL 2013 

 

  

 

Seputar Direktorat

 

Penyerahan Sertifikat ISO 9001:2008 dari PT. QS.Cert ke Direktorat Pakan Ternak yang diserahkan langsung oleh Ir. Arief Syawaladi (QS. Cert. Indonesia) ke Dr. Ir. Musryid Ma'sum, M. Agr. (Direktur Pakan Ternak). 

Penyerahan Sertifikat ISO 9001:2008 oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Keswan Ir. Syukur Iwantoro, MS. MBA ke Direktur Pakan Ternak Dr. Ir. Mursyid Ma'sum, M. Agr.

Majalah Infofeed

PENGUNJUNG
Mouse Pengunjung Online: 37
  Pengunjung Hari Ini: 62
  Total Kunjungan: 223679